Semua Karena AHOK - Mata Najwa
Ahok seperti dua sisi mata uang,
dicintai sekaligus dibenci banyak orang.
Dengan anggaran yang kadang tertahan parlemen Jakarta,
Ahok masih dapat berbuat untuk Ibu Kota.
Dari perkara banjir dan sungai,
soal transparansi dan reformasi birokrasi,
ia akan diingat sebagai gubernur penuh .
Namun banyak juga kebijakan yang kian dipersoalkan,
dari Sumber Waras hingga reklamasi jadi perdebatan tak kunjung henti.
Ahok jelas tak bisa menghindar dari kritikan,
baik buruk kebijakan jadi tanggungjawab pimpinan.
Penting untuk tidak meremehkan aspirasi warga,
agar tak gampang dituding membela pengusaha.
Mendengar dan menyapa rakyat dengan penuh kehangatan,
melulu marah hanya menegaskan angkernya kekuasaan.
Peranan warga amatlah diperlukan,
menilai kinerja dengan akal sehat dan kearifan.
Memuja-muja atau membenci setengah mati sama- sama berbahaya,
kita niscaya terbenam dalam fanatisme buta.
Sebab kota dengan timbunan persoalan seperti Jakarta,
mustahil dibereskan oleh Ahok semata.
Kritikan dan dukungan mesti dipandang sebagai berkah,
agar Jakarta dapat terus berbenah bukan kian terpecah belah.
Sumber : @MataNajwa
Lihat juga : Demi Sepak - Mata Najwa
Catatan Inspirasi Merry Riana
Kontroversi Luhut - Mata Najwa
Kunjungi juga :
- koesenior.blogspot.co.id : Blog Belajar Komputer
- pasarlajuh.blogspot.co.id : Blog Tips & Tutorial Smartphone
- akupunya.id : Blog Tips Hidup Sehat dan Murah
Ahok seperti dua sisi mata uang,
dicintai sekaligus dibenci banyak orang.
Dengan anggaran yang kadang tertahan parlemen Jakarta,
Ahok masih dapat berbuat untuk Ibu Kota.
Dari perkara banjir dan sungai,
soal transparansi dan reformasi birokrasi,
ia akan diingat sebagai gubernur penuh .
Namun banyak juga kebijakan yang kian dipersoalkan,
dari Sumber Waras hingga reklamasi jadi perdebatan tak kunjung henti.
Ahok jelas tak bisa menghindar dari kritikan,
baik buruk kebijakan jadi tanggungjawab pimpinan.
Penting untuk tidak meremehkan aspirasi warga,
agar tak gampang dituding membela pengusaha.
Mendengar dan menyapa rakyat dengan penuh kehangatan,
melulu marah hanya menegaskan angkernya kekuasaan.
Peranan warga amatlah diperlukan,
menilai kinerja dengan akal sehat dan kearifan.
Memuja-muja atau membenci setengah mati sama- sama berbahaya,
kita niscaya terbenam dalam fanatisme buta.
Sebab kota dengan timbunan persoalan seperti Jakarta,
mustahil dibereskan oleh Ahok semata.
Kritikan dan dukungan mesti dipandang sebagai berkah,
agar Jakarta dapat terus berbenah bukan kian terpecah belah.
Sumber : @MataNajwa
Lihat juga : Demi Sepak - Mata Najwa
Catatan Inspirasi Merry Riana
Kontroversi Luhut - Mata Najwa
Kunjungi juga :
- koesenior.blogspot.co.id : Blog Belajar Komputer
- pasarlajuh.blogspot.co.id : Blog Tips & Tutorial Smartphone
- akupunya.id : Blog Tips Hidup Sehat dan Murah







0 komentar:
Post a Comment